Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Alauddin Makassar melaksanakan program kerja Psikoedukasi Self Acceptance dan Self Awareness bertema “Temui Dirimu, Peluk Ceritamu” bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Rabu, 9 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapastersebut diikuti oleh 30 warga binaan.
Psikoedukasi menjadi salah satu program kerja dalam kegiatan Praktik PengalamanLapangan/Praktik Teknik Konseling (PPL/PTK). Program ini dirancang sebagai wadah bagimahasiswa untuk menerapkan keterampilan konseling sekaligus memberikan edukasi psikologisyang sesuai dengan kebutuhan warga binaan, khususnya terkait pemahaman diri dan pengelolaanemosi.
Kegiatan menghadirkan Nurhikmah, M., S.Sos., M.A., akademisi sekaligus praktisi konselingMy Counselor Indonesia sebagai pemateri dan fasilitator. Materi berfokus pada self awarenessatau kesadaran diri dan self acceptance atau penerimaan diri. Tema “Temui Dirimu, PelukCeritamu” dipilih untuk mengajak warga binaan mengenali diri, menerima pengalaman yang telah dilalui serta menyadari bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menatakehidupan ke depan. Nabila Fauziah, salah satu mahasiswa pelaksana menjelaskan bahwa tematersebut lahir dari keinginan untuk memberikan ruang bagi warga binaan agar dapat lebih jujurterhadap perasaan dan pengalaman dirinya.
“Kami memilih tema ini karena ingin mengajak mereka untuk kembali mengenal dirinya dan menerima setiap cerita yang pernah dilalui. Ada cerita yang mungkin tidak mudah untukdiceritakan, tetapi bukan berarti harus terus dipendam. Kami ingin memberikan ruang agar mereka bisa lebih jujur kepada dirinya sendiri, memahami perasaannya dan menyadari bahwadirinya tetap memiliki harapan untuk melangkah ke depan,” ujar Nabila Fauziah.
Usai materi, peserta mengikuti sesi refleksi melalui menulis surat untuk diri sendiri. Surat tersebut berisi hal yang ingin diceritakan, hal yang ingin dimaafkan, harapan dan planning kedepan serta doa untuk diri sendiri. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Butterfly Heart,yaitu sesi renungan yang mengajak peserta menghayati kembali pengalaman, menerima hal-halyang telah terjadi serta memikirkan harapan yang ingin diperjuangkan. Warga binaan tampakantusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir.
Salah satu warga binaan berinisial SZ mengaku merasa lebih lega setelah mengikuti kegiatan. Ia mengatakan bahwa dirinya dapat mengekspresikan perasaan melalui proses yang dilakukanselama kegiatan.
“Alhamdulillah, saya merasa agak lega karena bisa ketawa, bisa menangis, jadi sedikit plong. Awalnya saya agak tertutup. Saya merasa bahagia karena bisa mengutarakan isi hati, walaupunbukan hanya dengan lisan, tetapi melalui apa yang diajarkan tadi, yaitu bagaimana jujur dengandiri sendiri. Ternyata jujur itu cukup saya dan Allah yang tahu,” ungkap SZ.
SZ juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena menurutnya warga binaanmembutuhkan ruang untuk mendapatkan pendampingan dan nasihat. “Saya berharap kegiatan initidak hanya di sini. Kalau boleh terus dilanjutkan, kalau bisa sebulan dua kali, karena kegiatanseperti ini sangat penting untuk kami yang ada di sini. Kebanyakan orang di sini betul-betulmembutuhkan pendamping dan penasihat. Adanya kegiatan seperti ini membuat beban terasasedikit lebih ringan,” lanjutnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Andi Annisya Ikhsyania, A.Md.I.P., S.H., M.H. Ia menilai kegiatan tersebut membantu warga binaan yang menghadapi persoalan hidupuntuk lebih memahami kondisi diri dan mengelola emosi.
“Kegiatan ini sangat bagus sekali karena membantu warga binaan, khususnya yang mungkinmemiliki masalah-masalah hidup yang berat. Mereka bisa belajar mengatur emosi dan menggaliapa sebenarnya permasalahan inti dalam hidupnya yang selama ini mungkin belum dipahami,” jelasnya.
Ia juga berharap program tersebut dapat berkelanjutan dan diteruskan oleh mahasiswa PPL/PTK pada periode berikutnya. “Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, tidak hanya sampaikalian saja. Setelah kalian selesai nanti, ada generasi-generasi selanjutnya atau junior-junior kalian yang melanjutkan kegiatan itu. Pihak lapas sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatantersebut,” tambahnya.
Melalui Psikoedukasi “Temui Dirimu, Peluk Ceritamu”, mahasiswa BPI UIN Alauddin Makassar berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapijuga membuka ruang refleksi bagi warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus kontribusi dalam mendukung proses pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.